Cerita Seputar Eczema dan Cara Aku Mengatasinya. Alergi Deterjen? Dermatitis?

Hi All! Kali ini, aku mau berbagi pengalaman aku yang hingga sekarang masih aku alami dan masih aku lakukan. Yang ingin aku ceritakan sekarang adalah tentang "alergi deterjen". Iya! Alergi. Mungkin nggak banyak dari kalian mengalami alergi yang sama dengan aku, tetapi aku ingin sekedar sharing karena mungkin ini bisa berguna bagi kalian.

Disclaimer dulu sebelumnya kalo aku buka dokter atau spesialis penyakit ya. Apa yang aku tulis disini adalah benar berdasarkan pengalaman yang aku alami.

Alergi yang ingin aku bahas kali ini adalah "Eczema" atau "Dermatitis". Aku mengalami alergi ini udah sangat lama. Sejak SMA kelas 1 sepertinya (sekitar 11 tahun lalu). Singkat cerita, keluargaku mengalami suatu hal yang menyebabkan kita nggak bisa hire pembantu lagi. Akhirnya pekerjaan rumah seperti mencuci baju, kita lakukan masing-masing. Awalnya aku cuek banget dan nggak pernah mencuci dengan menggunakan sarung tangan karet, sampai suatu ketika, jari tengah di tangan sebelah kiri-ku mulai merasakan gatal dan muncul ruam aneh. Muncul gelembung-gelembung yang isinya seperti nanah. Gatalnya pun bukan sekedar gatal yang bisa hilang. Semakin digaruk malah semakin gatal, tetapi kalau digaruk jari-ku menjadi luka dan bernanah. Mencoba mengobati dengan berbagai obat tradisional, dari Bao Fu Ling hingga Zam-Buk sudah kucoba dan ga kunjung membaik.

Akhirnya, aku pun memutuskan ke Dokter Umum, karena gatalnya semakin menjadi-jadi dan sekarang Jempol kanan-ku juga mengalami ruam yang sama. Ketika di Dokter, baru lah aku mengetahui kalau kulitku ini termasuk yang sensitif dan nggak kuat dengan Deterjen. Gatal dan ruam yang aku alami adalah efek karena aku mencuci baju sendiri dan kulitku terpapar Deterjen. Alhasil dari Dokter, aku diberikan obat minum dan salep racikan. Apakah sembuh? Sayangnya tidak. Kesalahanku adalah karena berobat ke Dokter Umum dan bukan ke Spesialis Kulit. Nggak tahan dengan gatalnya, akhirnya aku memutuskan ke Dokter Spesialis Kulit anjuran dari temanku.

Dokter tersebut menganjurkan aku untuk tidak terkena deterjen sama sekali dan mengatakan hal yang sama dengan Dokter sebelumnya, yaitu kulitku sensitif dan nggak cukup kuat kalau terkena Deterjen. Sebulan pertama aku mencoba hati-hati supaya ga kena deterjen. Mulai mencuci apapun dengan  menggunakan sarung tangan karet sebelumnya, dan rajin menggunakan salep yang diberikan oleh Dokter. Akhirnya kulitku mulai membaik namun aku merasa kulitku menjadi terlalu kering hingga seringkali sobek dan luka. Ketika sudah ga terasa gatal, obat aku hentikan. Alasannya simple, tadinya nggak mau sampai ketergantungan. Tetapi, aku merasakan hal yang super aneh. Aku sudah nggak mencuci baju atau terkena deterjen, tapi kenapa tetap gatal dan ruam muncul kembali. Hal itu terjadi saat "tamu bulanan" sedang berkunjung. Sampai akhirnya aku mulai mencari tahu tentang alergi ini.


Dermatitis atau Eczema. Inilah alergi yang ku alami. Gambar diatas ini perkembangan alergiku. Kalian bisa lihat pada Gambar November 2019, kulitku terlihat kering banget, dan itu jujur gatalnya parah banget loh.  Dermatitis Kontak adalah yang aku alami. Ketika kulit terpapar salah satu alergen sehingga muncul ruam yang terasa sangat gatal. Namun, ketika tamu bulanan datang dan dia menjadi gatal lagi, Dermatitis Atopik lah yang aku alami. Hormon sangat berpengaruh dalam hal ini. Ketika kulitku lagi sensitif-sensitifnya, yaitu di masa-masa PMS, mulai-lah Eczema ini menghantuiku. 11 tahun bersama, aku sudah menerima dan mengerti tentang Ruam dan Gatal ini. Bagi kalian yang bernasib sama sepertiku, berikut aku memberikan tips seputar caraku mengatasinya.

1. JAUHKAN DIRI DARI PEMICU ALERGI
Cara pertama sesuai anjuran Dokter adalah harus jauh-jauh dari pemicu alergi. Kalau aku yang alergi dengan Deterjen, tentunya kalau memang harus mencuci dengan tangan, aku akan menggunakan sarung tangan karet supaya kulitku tidak secara langsung terpapar oleh Deterjen. Memang sembuhnya tidak instant, setidaknya mengurangi terpapar alergen akan membuat kulitmu membaik dari hari ke hari.

2. GUNAKAN SALEP ATAU OBAT YANG TEPAT
Kalau dari yang aku baca, obat bagi Eczema ini adalah salep Kortikosteroid atau Hydrocortisone. Aku nggak terlalu mencari tau banyak tentang obat ini, tapi dari 11 tahun ini, obat yang aku selalu gunakan ketika gatal itu kambuh adalah Elocon Cream ini.
Bisa kalian dapatkan di apotek terdekat. Kalau gatal, langsung hajar salep ini dan akhirnya mereda.


3. JANGAN SAMPAI KULIT KERING!
Ketika lagi cari tahu tentang Eczema, aku baru tau juga dari postingan  Instagram Story @mmehuillet bahwa kulit Eczema itu juga harus di hidrasi dan jangan sampai kering. Tapi, harus mencari pelembab yang tidak mengandung bahan yang bersifat alergen. Mengikuti cara Kiki Siantar yang mengobati Eczema-nya dengan produk ini, aku pun sampai sekarang menggunakannya sebagai pelembab di tangan kalau Eczemanya lagi kambuh.
Alternatif lainnya, bisa juga menggunakan Lotion Aveeno untuk melembapkan kulit Eczema ini. Yang pasti, nggak boleh sampai kering ya!

Jadi, itu tadi seputar sharing pengalamanku tentang alergi Eczema ini. Sampai saat ini, aku masih berkutat dengan alergi tersebut karena sifatnya yang kambuhan dan katanya memang sulit untuk sembuh secara total. Sekian tips dan sharing dari aku ya, guys! See you di tulisan-tulisan berikutnya!

If you any further questions, don't hesitate to let me know by comment below. Thank you for visit my blog!

☆ FIND ME ☆


Komentar

  1. ayo segera bergabung dengan kami hanya dengan minimal deposit 20.000
    dapatkan bonus rollingan dana refferal ditunggu apa lagi
    segera bergabung dengan kami di i*o*n*n*q*q

    BalasHapus

Posting Komentar